Why?
kaki ini bertapak di tanah aspal. beserta kaki
lainnya yang dihiasi alas yang indah. kaki ini melangkah membuntuti kaki dengan
alas itu. kaki ku saja yang tidak memiliki alas. kaki kaki itu mulus dan indah.
sementara kakiku keras dan kasar. kulit mereka seputih susu, secemerlang bulan.
tetapi kulitku lebih gelap dari gelap malam. mata mereka seindah berllian,
sementara mataku hitam kosong tak berarti. aku ingin mendapatkan apa yang
seperti mereka. aspal panas ini tidak terlalu mengguncangku, tetapi kenapa mereka
yang memakai alas kaki tetap putus asa? aku bingung. sampai ada seorang pria
yang memakai atasan rapi, dan alas yang menurutku super kuat, menangis
tersedu-sedu. menderita. tetapi kenapa ku yang hanya memakai baju tipis robek
dan tak memakai alas mampu berjalan ber kilometer jauhnya dibawah sinar terik
matahari. akupun kembali berjalan setelah beristirahat sebentar. Aku masih
bingung, kenapa masih banyak orang yang tidak membawa itu santai. Yang hanya ku
perlukan Cuma benda yang bisa melawanku dari panas. Dan istirahat, itu
membuatku lebih mudah menjalani jalan yang bernama ‘hidup’ ini. Apa boleh buat,
itu hidup orang lain. Aku hanya bisa membantu sedikit. Cara mereka berjalan di
jalan ini berbeda-beda. Toh kalau aku bantu mungkin akan mengganggu hidup
mereka.
Komentar
Posting Komentar