h i l a n g.




 Berjalan di kesunyian
Kehampaan di setiap jalan
Tak hentinya ia berputar di kepala ini
Suara teriak keputus asaan menghampiri

Menunggu siang datang
Menanti sampai gelap pandang
Menangis ketika malam menghampiri
Langkah kaki ini ingin berlari

Suara ini habis
Di bunuh dengan sadis
Jiwa ini telah hancur
Berhamburan tak teratur

Raga membeku
Dengan lidah yang kelu
Dia hampir sampai
Dengan jubahnya yang menjuntai

Waktu ini hampir hilang
Tertutup tubuh ini terhalang
Bibir ini membisu
Inginnya dipukul palu

Lalu apa yang membuat ia kemari?
Aku mencabut nadi sendiri
Apa yang membuatnya datang dengan kaku?
Aku mengalungkan tali dileher ku

Hilang sudah raga ku
Tertinggal kaku
Menunggu sampai akhir nanti
Tubuh ini telah mati

Masih ada pula jiwa bodoh ini
Tubuh itu di kafani
Di hargai
Di kasihani

Dan saat itu pula
Jiwa ini terbangun dari mimpi bodohnya
Penghargaan ini tak berarti
Kerinduan ini takkan dibawa di peti mati

Sudah kubilang
Ini semua akan hilang
Di telan bumi kembali
Tak ada yang bisa ku kenali

Dunia kejam
Mereka mengampuni ketika ku terajam
Mereka merindukan ketika ku hilang
Mereka menghargai ketika ku malang

Jiwa ini sesungguhnya bergetar
Meminta mereka tersambar
Meskipun itu diluar nalar
Tetapi lebih baik daripada kemarahan ini tersebar

Sudah muak dengan manusia
Aku mati tak sia-sia
Tetapi aku tersiksa
Maafkan aku Tuhan yang Maha Esa

Senyuman ini berusaha tenang 
Setenang pantai dengan derus ombak yang tentram
Dan hanya ada aku,

Dengan orang-orang itu yang tidak berlaku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pesanku padamu