Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

hei lihat

hei lihat. “Hei lihat dia. Dia berbeda. Dia tidak suka apa yang kita suka. Dia suka apa yang kita tak suka. Hei lihat. Dia menggambar itu. Jelek sekali. Gambar apa itu? Itu hanya goresan kertas yang tidak berguna. Dia hanya menggambar garis. Apa apan? Lihat, garis itu saja tidak lurus. Hei dengar dia bersenandung. Lagu apa itu? Kata-katanya tidak kumengerti. Nadanya jelek. Tidak seperti lagu enak yang sering ku dengar di ponselku. Hei dia berhenti menggambar. Hei lihat dia menonton sesuatu di laptopnya. Apakah itu seperti tontonanku? Kalau iya pasti aku akan mengampuninya. Oh tidak. Dia menonton video seseorang bermain game. Dia tertawa ketika orang itu menyorotkan sesuatu. Aku yakin dia orang yang aneh. Hei lihat galeri di ponselnya. Apa ini? Hanya ada gambar screenshot yang tidak jelas. Aku pernah melihatnya meleleh ketika melihat foto orang ini. Dia tidak tampan. Dia tidak setampan orang yang aku sukai. Hei coba lihat dia menggambar lagi. Oh tidak. Gambar itu indah sekali. Dia me...

pesanku padamu

Pesanku padamu Senyuman itu, ya senyuman cantik itu, janganlah kau buang. Jangan kau lupakan. Suatu saat nanti senyummu akan mengubah dunia. Mereka memerlukan senyum manismu nanti. Ketika langit suram dan mendung, ingatlah sesuatu. Senyummu lebih indah dari bunga terindah di muka bumi. Kilauan dimata mu itu, ya kilauan indah itu, janganlah kau hilangkan. Jangan kau sirnakan. Suatu saat nanti para generasi akan merindukan kilaunya. Mereka akan selalu merindukan kilau itu. Ketika laut menerkammu, ketika ikan kecil parasit menarikmu, ingatlah sesuatu. Kilauan itu lebih cerah dari bintang di angkasa sana. Tapi ketika seseorang merampas senyuman itu, kilauan itu, lawanlah dia. Kau tahu aku selalu ada di hatimu. Jangan buat mereka senang merebut segalanya darimu. Jangan jatuh dan tak bangkit lagi. Bangkitlah, tunjukkan pada mereka kaulah yang terbaik. Suatu hari nanti, mereka akan menyesal merebut semuanya darimu. Maka percayalah, aku selalu ada dihatimu

h i l a n g.

 Berjalan di kesunyian Kehampaan di setiap jalan Tak hentinya ia berputar di kepala ini Suara teriak keputus asaan menghampiri Menunggu siang datang Menanti sampai gelap pandang Menangis ketika malam menghampiri Langkah kaki ini ingin berlari Suara ini habis Di bunuh dengan sadis Jiwa ini telah hancur Berhamburan tak teratur Raga membeku Dengan lidah yang kelu Dia hampir sampai Dengan jubahnya yang menjuntai Waktu ini hampir hilang Tertutup tubuh ini terhalang Bibir ini membisu Inginnya dipukul palu Lalu apa yang membuat ia kemari? Aku mencabut nadi sendiri Apa yang membuatnya datang dengan kaku? Aku mengalungkan tali dileher ku Hilang sudah raga ku Tertinggal kaku Menunggu sampai akhir nanti Tubuh ini telah mati Masih ada pula jiwa bodoh ini Tubuh itu di kafani Di hargai Di kasihani Dan saat itu pula Jiwa ini terbangun dari mimpi bodohnya Penghargaan ini tak berarti Kerinduan ini takkan di...

Why?

kaki ini bertapak di tanah aspal. beserta kaki lainnya yang dihiasi alas yang indah. kaki ini melangkah membuntuti kaki dengan alas itu. kaki ku saja yang tidak memiliki alas. kaki kaki itu mulus dan indah. sementara kakiku keras dan kasar. kulit mereka seputih susu, secemerlang bulan. tetapi kulitku lebih gelap dari gelap malam. mata mereka seindah berllian, sementara mataku hitam kosong tak berarti. aku ingin mendapatkan apa yang seperti mereka. aspal panas ini tidak terlalu mengguncangku, tetapi kenapa mereka yang memakai alas kaki tetap putus asa? aku bingung. sampai ada seorang pria yang memakai atasan rapi, dan alas yang menurutku super kuat, menangis tersedu-sedu. menderita. tetapi kenapa ku yang hanya memakai baju tipis robek dan tak memakai alas mampu berjalan ber kilometer jauhnya dibawah sinar terik matahari. akupun kembali berjalan setelah beristirahat sebentar. Aku masih bingung, kenapa masih banyak orang yang tidak membawa itu santai. Yang hanya ku perlukan Cuma benda ya...

Hempas: Can You Imagine This?

P ernahkah kamu berpikir,dunia seakan menghempasmu pergi, jauh, bahkan menghilang? Berharap kau secepatnya menjauh dari dunia nyata, terhempas ke dunia imajinasi, penuh pesona gaib, membuat mu betah disana. Cobalah kau pikirkan sebuah kapal kecil yang nahkodanya adalah dirimu sendiri. Kau pergi berlayar menjauh dari pelabuhan, sampai tempat itu terlihat sangat kecil. Setelah beberapa lama kau berada di lautan,kau melihat suatu pulau yang indah, tak terlihat di peta. Seakan kamu lah yang pertama kali menemukan pulau itu. Kau memanjakan diri disana, berenang, menikmati semua yang ada di pulau itu. Kau serasa ingin tinggal disana selamanya. Tetapi suara gemuruh melanda langit biru yang indah itu menjadi langit yang sangat suram. Angin berhembus kencang,petir menyambar,badai besar akan datang. Kau terhempas jauh ke lautan, meninggalkan pulau indah itu. Semakin lama kau di lautan, semakin geram engkau di buatnya. Kau pun berenang mencari pulau itu. Tetapi kini kau sadari, sampai dunia...